Minggu, 20 April 2014

PENGERTIAN BELAJAR DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

Tujuan : 
           1. Menjelaskan pengertian belajar
           2. Menyebutkan pengertian belajar menurut parah ahli
           3. Menyebutkan faktor yang mempengaruhi belajar


A. PENGERTIAN BELAJAR    
            Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.
             Learning (belajar)adalah perubahan jangka panjang dalam representasi atau asosiasi mental sebagai hasil dari pengalaman
             Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respons berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respons, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respons) harus dapat diamati dan diukur.

QS. Al-'Ankabuut (Al-'Ankabut) [29] : ayat 43

watilka al-amtsaalu nadhribuhaa lilnnaasi wamaa ya'qiluhaa illaaal'aalimuuna

[29:43] Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.
    

Pengertian Belajar Menurut para Ahli

           Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya.
            Moh. Surya (1981:32), definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.
            Winkel (1997:193) berpendapat bahwa belajar pada manusia dapat dirumuskan sebagai suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas.

Hadits tentang belajar

طلب العلم فريضة على كل مسلم، وإن طالب العلم يستغفر له كل شيء حتى الحيتان في البحر

Artinya: “Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya segala sesuatu memohonkan ampun kepada Allah bagi seorang penuntut ilmu, termasuk ikan-ikan di lautan.” (HR. Ibn ‘Abdil Barr dari Anas radhiyallahu ‘anhu.)

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR
          J. Guilbert, mengelompokkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar ini ke dalam empat kelompok besar, yakni;

      Faktor yang pertama, materi atau hal yang dipelajari, ikut menentukan proses dan hasil belajar. Misalnya, belajar pengetahuan dan belajar sikap atau keterampilan akan menentukan perbedaan proses belajar. 

       Faktor yang kedua adalah lingkungan yang dikelompokkan menjadi dua, yakni lingkungan fisik yang antara lain terdiri dari suhu, kelembaban udara, dan kondisi tempat belajar. Sedangkan faktor lingkungan yang kedua ialah lingkungan sosial, yakni manusia dengan segala interaksinya serta representasinya seperti keramaian atau kegaduhan, lalu lintas, pasar dan lain sebagainya. 

     Faktor yang ketiga, instrumental, yang terdiri dari perangkat keras (hardware) seperti perlengkapan belajar dan alat-alat peraga dan perangkat lunak (software) seperti kurikulum dalam pendidikan formal), pengajar atau fasilitator belajar serta metode belajar mengajar. Untuk memperoleh hasil belajar yang efektif. faktor instrumental ini dirancang sedemikian rupa sehingga sesuai dengan materi dan subyek belajar. Misalnya metode untuk belajar pengetahuan lebih baik digunakan metode ceramah, sedangkan untuk belajar sikap dan tindakan, ketrampilan atau perilaku lebih baik digunakan metode diskusi kelompok, demonstrasi, bermain peran (role play) atau metode permainan. 

     Faktor yang keempat, kondisi individual subyek belajar yang dibedakan ke dalam kondisi fisiologis seperti kekurangan gizi, dan kondisi panca indera (terutama pendengaran dan penglihatan). Sedangkan kondisi psikologis, misalnya intelijensi, pengamatan, daya tangkap, ingatan,motivasi, dan lain sebagainya.






                                 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


MATA PELAJARAN               : FISIKA
KELAS                                    : XI (UMUR 17 TAHUN)
MATERI POKOK                   : ALAT OPTIK
TAHAP                                    : OPERASIONAL FORMAL
                                   NAMA MURID BINAAN      : NIKEN AJITIA PUTRI

Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif
Ø  Siswa mampu menjelaskan fungsi dan bagian alat optik mata.
Alasan: menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, menjelaskan adalah menerangkan; menguraikan secara terang. Kata ini merupakan kata-kata kerja operasional yang terdapat di C2, yang bermaksud siswa mampu menguraikan fungsi dan bagian alat optik secara terang.
Ø  Siswa mampu membuktikan pembentukan bayangan pada mata, lup, dan mikroskop.
Alasan: menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, membuktikan adalah memperlihatkan bukti; meyakinkan dengan bukti. Kata ini merupakan kata-kata kerja operasional yang terdapat di C3, yang bermaksud siswa mampu langsung membuktikan gambar bayangan dibuku tulis.


2. Afektif
Ø  Siswa  mampu menunjukan prinsip kerja alat-alat optik.
Alasan: menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, menunjukan adalah memperlihatkan ;menyatakan;menerangkan(dng bukti dsb). Kata ini merupakan kata-kata kerja operasional yang terdapat di A5, yang bermaksud siswa mampu memperlihatkan prinsip-prinsip kerja alat-alat optik.

3. Psikomotorik
Ø  Siswa mampu mempraktekkan alat-alat optik.
Alasan: menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mempraktikkan adalah melakukan (apa yg tsb dl teori, pelajaran, dsb); melaksanakan;menunaikan. Kata ini merupakan kata-kata kerja operasional yang terdapat di P3, yang bermaksud siswa mampu melaksanakan apa yang telah dipahami atau dipelajari mengenai alat-alat optik.


SUMBER :http://id.wikipedia.org/wiki/Belajar
http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/
http://belajarpendidikanku.blogspot.com/2012/07/kumpulan-pengertian-belajar-menurut.html
http://e-medis.blogspot.com/2013/02/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-proses.html#.U1vH-6zsTFw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar